Senin, 24 Oktober 2011

Makalah pemrograman berorientasi objek


Makalah pemrograman berorientasi objek




Dion Edo Fananie
1IAO1




KATA PENGANTAR

          Saya panjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang diberikan selama ini sehingga makalah ini dapat selesai.
       Tugas ini dimaksudkan untuk menanamkan pemahaman tentang teknologi maju dan menambah wawasan bagi pembaca.
       Makalah ini dibuat bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan secara jelas dan tererinci agar makalah ini dapat berguna.
       Saya pun merasa makalah ini belum sempurna maka itu mohon maaf jika makalah ini belum bisa menjawab pertanyaan yang cukup rumit






BAB I
PENDAHULUAN
Pemrograman berorientasi objek atau dikenal dengan Objek Oriented Programming (OOP) merupakan paradigma pemrogaman yang berorientasikan kepada objek.Semua data dan fungsi dalam program di bungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Pengetian orientasi objek berarti bahwa kita megorganisasi perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiiki struktur data dan prilakunya.


BAB II
PEMBAHASAN

Kelas dan Objek
Objek dapat kongkrit, seperti halnya arsip dalam sistem, atau konseptual seperti kebijakan penjadualan dalam multiprocessing.
Pada sistem operasi. Setiap objek mempunyai sifat yang melekat pada identitasnya. Objek adalah sesuatu yang dapat dikonsepkan dan diperlukan untuk pemecahan masalah. Objek dapat berupa konsep,abstraksi,atau sesuatu dengsan batas-batas tegas dan memiliki arti untuk persoalan yang ditangani. Objek memiliki identitas dan dapat dibedakan. Indentitas berarti objek yang perbedaan keberadaannya bersifat inheren dan bukan oleh property-properti yang dimiliki oleh objek tersebut.Objek adalah instan kelas,dimana kelas merupakan kumpulan-kumpulan objek yang memiliki atribut dan layanan seragam atau sejenis.

Kelas adalah abstraksi dari sesuatu yang ada pada domain persoalan dan me refleksikan kemampuan system dalam menjaga informasi. kelas merupakan deskripsi satu objek atau lebih. Kelas merupakan unsure statis dimana merpakan pengkapsulan nilai-nilai atribut dan layanan ekskusifnya.





KONSEP BERORIENTASI OBJEK
·        Objek
·        Kelas
·        Atribut
·        Metode
·        Abstarksi
·        Enkapsulasi,Inherintance,polimorfisme



Atribut adalah nilai internal atau data terkait pada suatu objek yang menunjukan ciri-ciri atau sifat-sifat dari obyek



Metode (Operations,Behaviour)

Behavior mendefinisikan bagaimana sutauobjek bertindak dan bereaksi dan berhubungan dengan fungsi yang diterapkan pada suatu atribut.
Behaviour Objek disebutmetode atau operasi pelayanan(service).



Absraksi
§  Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproes olehnya yaitun kemampuan untuk memfokuskan inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.




Enkapsulasi
          Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam objek degnan cara yang tidak ayak. Hanya metode dalam objek tersebut yang diizinkan untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek dapat berinteraksin dengannya. Objek lainnya tidak akan  mengetahui dan tergantung kepada representasi tersebut.

Inheritance
          Pewarisan adala onsep dasar pemrograman berorientasi objek yang lainnya. Pewarisan adalah mekanisme yang memungkinkan terciptanya objek-objek baru berdasarkan objek lain yang sudah ada. Dengan kata lain objek baru mewarisi segalasesuatu dari objek lama.

Polimorfisme
          Merupakan prinsip penting dari emrograman berorientasi objek. Polimorfisme berarti suatu fungsional yang diimpelementasikan dengan berbagai cara yang berbeda. Polimorfisme bisa dikatakan sebagai sebuah variebel tunggal dalam program dapat memegang beberapa jenis objek selagi program berjalan.
                                                                                                

UML (Unified modeling language)
UML adalah bahasa spesifikasi standart untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun system. Unified modeling language adalah himpunan struktur dan teknik untuk permodelan desain objek oriented program (OOP) serta aplikasinya. UML merupakan metodologi untuk mengembangkan system OOP beserta perangkat tools untuk mndukung pengembangan system tersebut.
 Penggunaan UML dalam industri terus meningkat.  Ini merupakan standar terbuka yang menjadikannya sebagai bahasa pemodelan yang umum dalam industri peranti lunak dan pengembangan sistem. Singkatnya Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah “bahasa” yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.

UML menyediakan 10 macam case diagram untuk keperluan memodelkan objek.
·        Use Case Diagram untuk memodelkan proses bisnis
·        Konseptual Diagram untuk memodelkan konsep-konsep yang ada dalam aplikasi
·        Sequence Diagram untuk mengirimkan pesan antar objek
·        Colaborate Diagram untuk memodelkan interaksi dalam objek
·        State Diagram untuk memodelkan prilaku objek dalam sistem
·        Activity Diagram untuk memodelkan pilaku use case dan objek dalam sistem
·        Class Diagram untuk memodelkan struktur kelas dalam objek
·        Objek Diagram untuk memodelkan struktur objek
·        Komponen Diagram  untuk memodelkan komponen dalam objek
·        Employee Diagram  untuk memodelkan distribusi aplikasi





Use Case Diagram
Use case diagram digunakan untuk memodelkan bisnis proses berdasarkan perspektif pengguna sistem. Use case diagram terdiri atas diagram untuk use case dan actor. Actormerepresentasikan orang yang akan mengoperasikan atau orang yang berinteraksi dengan sistem aplikasi.


Sequence Diagram

Sequence diagram menjelaskan secara detil urutan proses yang dilakukan dalam sistem untuk mencapai tujuan dari use case: interaksi yang terjadi antar class, operasi apa saja yang terlibat, urutan antar operasi, dan informasi yang diperlukan oleh masing-masing operasi.
Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).
Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu.

Collaboration Diagram
Collaboration diagram dipakai untuk memodelkan interaksi antar object di dalam sistem. Berbeda dengan sequence diagram yang lebih menonjolkan kronologis dari operasi-operasi yang dilakukan, collaboration diagram lebih fokus pada pemahaman atas keseluruhan operasi yang dilakukan oleh objek

Class Diagram
Class diagram merupakan diagram yang selalu ada di permodelan sistem berorientasi objek. Class diagram menunjukkan hubungan antar class dalam sistem yang sedang dibangun dan bagaimana mereka saling berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan.
Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).

Statechart diagram
Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. Pada umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram).





Activity diagrams
Activity diagrams menggambarkan berbagai alur aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pendekatan berorientasi objek adalah cara memandang persoalan dengan menggunakan model – model yang diorganisasikan seputar konsep objek yang mengkombinasikan struktur data dan perilaku suatu entitas. Pada pendekatan ini, organisasi perangkat lunak adalah sebagai kumpulan objek diskrit yang saling bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi menuju sasaran tertentu
          Dengan OOP kita tidak perlu memikirkan cara penelesaian suatu masalah tetapi objek yang akan menyelesaikan masalah. OOP dan UML terdapat kesinambungan antar keduanya karena UML merupakan teknik dan desain dalam OOP.


Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar